Mitos Kampung Inggris Pare

  • by
5
(3453)

Mitos Kampung Inggris Pare – Siapapun Anda dan dimanapun Anda tinggal, pasti nama Kampung Inggris sudah sangat melekat di telinga dan mungkin, Anda merupakan salah satu alumninya. Bagi yang belum mengetahui apa itu Kampung Inggris, BTW kemana aja sih lo? di masa Masyarakat Ekonomi Asean sekarang sudah pasti Kampung Inggris semakin menjadi prioritas dan wadah utama bagi mereka yang ingin bisa menguasai Bahasa Inggris dengan baik dan benar. Tetapi ada beberapa hal yang harus di benarkan mengenai seputar pemahaman dan kenyataan yang ada di Kampung Inggris itu sendiri.

Mungkin, beberapa di antara kita pernah bertanya di internet seputar informasi tentang Kampung Inggris. Dan kebanyakan hasil yang di dapat adalah tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, melainkan mitos belaka. Sudah banyak artikel yang isinya membahas tentang Kampung Inggris, dan banyak pula beberapa di antaranya tidak ada faktanya mengenai keadaan dan suasana nyata Kampung Inggris itu sendiri. Kenapa itu bisa terjadi? mungkin Anda bertanya-tanya kurang lebih seperti itu, untuk jawabannya adalah tidak lain dan tidak bukan,hanya untuk popularitas atau membesar-besarkan sesuatu yang notabane itu adalah fiktif atau mitos belaka. Berikut kami akan menjelaskan beberapa mitos seputar Kampung Inggris yang perlu Anda ketahui.

1. Website Resmi Kampung Inggris

Sejak Kampung Inggris pertama kali berdiri yang di motori oleh Bapak Kalend pada tahun 1976 dengan lembaganya BEC ( Basic English Course ) hingga saat ini, Kampung Inggris tidak memiliki website resmi. Tapi hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada di lapangan. ketika kita mencari di Google untuk mencari informasi seputar Kampung Inggris, maka hasil yang di dapat adalah banyak website-website yang mengatasanamakan Kampung Inggris. Nah, pertanyaannya adalah, bila Kampung Inggris tidak memiliki website resmi, lalu website apa dan siapa yang ada?.

Nyatanya adalah website-website yang terdapat di mesin pencarian google mengenai kampung inggris, adalah bukan milik Kampung Inggris itu sendiri, melainkan milik seseorang yang mengatasnamakan websitenya Kampung Inggris. Terdapat puluhan lebih website yang ada dan semuanya di kelola oleh seseorang. Tidak cuma dikerjakan oleh perorangan saja, ada juga yang di kelola dalam bentuk tim, pihak pengelola website tersebut bisa kita bilang ” Layanan Jasa Kampung Inggris, atau bisa kita bilang Calonnya Kampung Inggris “. Maka itu wajar, jika kita membuka website tersebut, hanya beberapa lembaga yang tercantum di dalamnya, bisa di bilang hanya 3-5% lembaga dari total 200 lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris.

Hal ini mungkin wajar terjadi, mengingat banyaknya peminat pelajar yang ingin belajar di Kampung Inggris, jadi mereka mengambil celah dan kesempatan tersebut untuk meraih keuntungan tersendiri. Tetapi juga masih ada banyak lembaga kursus yang anti terhadap biro jasa Kampung Inggris atau Calo tersebut, itu di karenakan, terkadang banyak peserta yang merasa tertipu dan kecewa, dan imbasnya berdampak kepada semua lembaga Bahasa Inggris yang ada. Dan untuk website resmi lembaga kursus, umumnya mereka pasti menggunakan domain alamat website sesuai dengan nama lembaga kursus mereka masing-masing. Jadi bijaklah dalam mencari informasi yang ada, sedikit saran, ada baiknya langsung bertanya kepada teman atau sanak saudara yang sudah pernah belajar di Kampung Inggris Pare. Jangan percaya dengan adanya informasi yang beredar jika Kampung Inggris memiliki website resmi.

2. Semua Orang Menggunakan Bahasa Inggris setiap hari-harinya, baik itu pedagang ataupun penduduk setempat.

Ini merupakan salah satu Mitos Kampung Inggris Pare yang sering dibicarakan. Faktanya, tidak semua orang berbicara Bahasa Inggris, baik itu para pedagang ataupun penduduk setempat. Untuk bahasa sehari-hari penduduk lokal itu sendiri, Bahasa Jawa masih sangat melekat untuk di gunakan. Adapun orang yang berbicara menggunakan Bahasa Inggris di manapun itu adalah para pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang sedang belajar Bahasa Inggris, dan itupun tidak semua pelajar aktif untuk berbicara Bahasa Inggris, hanya beberapa saja. Meskipun itu juga ada pedagang yang masih bisa berbahasa inggris.Untuk Anda yang ingin belajar bahasa inggris di Pare, sebaiknya dan gak ada salahnya juga, kamu bisa merealisasikan seputar MITOS tersebut, dengan cara kamu datang di Kampung Inggris, berperan aktiflah dalam menjaga kebiasaan-kebiasaan menggunakan Bahasa Inggris di manapun kamu berada. Bila saja setiap pelajar, aktif dalam kesadarannya untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam kesehariaan mereka, insyaAllah Mitos ini akan menjadi kenyataan.

3. Datang dan Belajar di Kampung Inggris, dapat di Jamin Lancar berbicara Bahasa Inggris.

Ini merupakan Mitos Kampung Inggris Pare yang sering di kita jumpai, sejenak kita kembali ke belakang di masa SD, SMP, SMA ataupun masa perkuliahan. Kita menghabiskan waktu untuk belajar di tingkat SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, atau yang sudah kuliah umumnya selama 4 tahun. Pertanyaannya, dengan menghabiskana waktu bertahun-tahun untuk belajar, adakah yang menjamin kalau kita akan PINTAR?. Tentu jawabannya TIDAK. Semua kembali ke individu masing-masing. Karna faktanya, masih banyak para pelajar yang lulusan S1 Bahasa Inggris tetapi tidak bisa berbahasa Inggris.

Begitupun sebaliknya, untuk Kampung Inggris itu sendiri. Banyak orang beranggapan jika kita belajar di Kampung Inggris mereka akan langsung bisa berbicara Bahasa Inggris dengan lancar. Tetapi realitanya adalah sangat jauh dari harapan. Untuk itu kami ingin mengingatkan kembali seputar Mitos ini. Sebagai salah satu lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris, kami adalah sebagai perantara untuk Anda agar dapat berbicara Bahasa Inggris dan itupun tidak ada jaminan. Sebagai bukti para alumni yang belajar di lembaga kami. Yang dapat dilihat hanya 85% lulusan kami, yang bisa aktif untuk berbicara Bahasa Inggris dengan lancar, sisanya masih sangat kurang. Kejadian ini dikarenakan, adanya perbedaan tingkat kemauan dan karakter keinginbisaan terhadap sesuatu.

Kami kembali mengingatkan, jika ingin bisa berbicara Bahasa Inggris dengan lancar, itu semua kembali kepada peserta masing-masing. Harus diingat, lama durasi belajar di Kampung Inggris tidak menjamin Anda untuk bisa, sebagai contoh kecil saja, para penduduk lokal yang sejak kecil hingga dewasa tumbuh dan berkembang di Kampung Inggris, itupun tetap saja tidak bisa berbicara Bahasa Inggris, apalagi kita para pelajar yang ingin belajar, hanya mengandalkan lembaga kursus dan orang lain. Tetapi jangan kwatir karena kunci utama untuk bisa adalah diri sendiri, dengan di dorong kemauan yang kuat untuk bisa, di tambah lingkungan yang mendukung untuk aktif berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

Hal ini,tentu anda dapat cepat dan mudah menguasai dalam Bahasa Inggris, karena faktor terpenting adalah Kebiasaan dan Lingkungan, kebiasaan Anda untuk selalu aktif menggunakan Bahasa Inggris tanpa takut untuk salah dalam proses pembelajaraan dan di tambah lingkungan sekitar Anda yang memiliki komitmen untuk berbahasa Inggris. Belajar Bahasa seperti anak bayi, semakin kita terbiasa sering mendengar dan praktek, semakin cepat kita bisa. Jadi gini, ketika kita tiba di Kampung Inggris kita tidak langsung di sulap jadi bisa berbahassa inggris, ingat ini hanya mitos, bisa atau tidaknya kamu nanti sesuai dengan proses yang akan kamu jalani

5. Para Pengajar Yang Handal

Nah untuk menjadikan murid yang berkualitas, sudah pasti di butuhkan pengajar yang berkualitas dan profesional di bidangnya dong. Lalu, apa hasilnya jika pengajarnya itu sendiri tidak berkualitas dan profesional?. Realitanya saja, walau pengajar sangat berkualitas dan profesional itupun, tidak menjamin semua muridnya menjadi berkualitas, tentu ada beberapa kualitas murid di bawah standar. Apalagi yang tidak!.

Banyak para peserta yang mengeluhkan dan mempertanyakan tentang kualitas dari para pengajarnya tersebut. Memang benar faktanya, ada beberapa lembaga yang merekrut para pesertanya yang baru belajar Bahasa Inggris selama 1-2 bulan untuk mengajar. ( Ingat guys, di Kampung Inggris ini setidaknya memiliki lebih dari 200 lembaga kursus, persentasinya kurang dari 5% lembaga kursus yang menggunakan metode seperti itu). Pertanyaannya, apa yang bisa mereka berikan setelah belajar selama 1-2 bulan?. Sudah pasti, karna hanya untuk memikirkan keuntungan sepihak, peserta yang baru bisa, di rekrut untuk mengajar dan tentu ini sangat di sayangkan.

Untuk menghasilkan kualitas pengajar – pengajar yang berkualitas, minimal di butuhkan waktu selama 4 bulan dan paling penting pengalaman. Jika hanya dalam waktu 1-2 bulan dan langsung mengajar, hal ini bisa sangat membahayakan bagi para peserta, ilmu yang di dapat sudah pasti tidak maksimal hasilnya. Dan di karenakan kualitas dari pengajarnya yang asal copot saja, asal ngajar saja, dampaknya adalah seluruh lembaga kurusus menjadi kambing hitamnya. Seakan – akan ketiak pulang dari Kampung Inggris, peserta merasa kecewa dan mengatakan kualitas di Kampung Inggris jelek dan sebagainya. Padahal, itu semua hanya kesalahan kecil dari lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris, toh masih banyak dan sangat banyak lembaga kursus yang para pengajarnya sangat berkualitas.

Mengingat akan pentingnya keberadaan Kampung Inggris, sebagai wadah untuk setiap orang yang ingin belajar Bahasa Inggris. Sudah pasti, tentu kualitas menjadi harga mati untuk bisa mempertahankan nama Kampung Inggris itu sendiri, agar tidak ada kekecewaan bagi para peserta yang sudah berniat ingin bisa. Maka bijaklah dalam memilih lembaga kursus.

6. Biaya Belajar di Kampung Inggris Dijamin Murah dan Berkualitas.

Untuk biaya katanya Kampung Inggris itu murah dan berkualitas, tapi kok faktanya mahal?. Hal ini perlu kami beritahu. Untuk berbicara mengenai masalah kualitas, tentu tidak bisa kita pungkiri lagi, pilihan yang tepat dan lembaga yang tepat akan menghasilkan kualitas yang tepat pula. Tetapi, kendala-kendala semakin mahalnya biaya belajar di Kampung Inggris, seakan menjadi masalah serius bagi peserta yang ingin belajar, mengingat banyaknya peserta yang ingin belajar di Kampung Inggris tapi terkendala faktor biaya. Kenaikan biaya belajar di Kampung Inggris, tentu saja bukan tanpa sebab, untuk hal ini, secara lengkapnya kami bahas di postingan kami sebelumnya, Kenapa Biaya Belajar di Kampung Inggris Mahal.

Kami akan menjelaskan secara singkat beberapa faktor kenapa biaya di Kampung Inggris semakin mahal?, faktor utamanya adalah di karenakan adanya kenaikan harga sewa gedung milik penduduk setempat yang di sewa oleh lembaga kursus, jadi mau gak mau, untuk mensiasati hal tersebut, kenaikan biaya program menjadi salah satu jalan keluarnya. Sebab lainnya adalah dari faktor kualitas program belajar Bahasa Inggris itu sendiri, yang mana program yang di ambil oleh peserta sesuai dengan target apa yang ingin mereka capai. Dan tentunya ini di butuhkan biaya yang lebih daripada program lain, sebagai contoh, untuk belajar program khusus seperti TOEFL dan IELTS, biaya programnya tentu lebih mahal ketimbang biaya program Speaking ataupun program lain pada umumnya.

Tapi tetap, hal terpenting adalah, mahalnya biaya program setimpal dengan kualitas yang di dapat. Dan ada untuk peserta yang ingin belajar Bahasa Inggris di kampung Inggris namun terkendala biaya, ada beberapa jalan lain yang bisa di ambil, contohnya mengikuti program beasiswa yang di adakan oleh lembaga kursus di Kampung Inggris itu sendiri tiap tahunnya atau bisa langsung mendatangi ke Kampung Inggris dan berbicara terus terang kepada pemilik lembaga yang bersangkutan akan keinginan untuk belajar tetapi ada kendalanya yaitu biaya, kami yakin lembaga kursus pasti akan mempertibangkan hal ini, mengingat kemauan yang besar dari peserta untuk belajarr. Ingat jangan pernah malu untuk berkata jujur!.

7. Banyak Bule atau Turis di Kampung Inggris

Ingat, ini hanya Mitos Kampung Inggris Pare saja. Banyak calon peserta beranggapan bahwa di Kampung Inggris akan banyak di jumpai Bule atau Turis, sudah pasti, tentu keberadaan Bule atau Turis akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelajar yang ingin belajar Bahasa Inggris, dengan adanya Bule, maka para pelajar akan dengan mudah praktek berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Oleh sebab itu, banyak para pengelola lembaga kursus akan berlomba-lomba untuk mendatangkan Bule atau Turis sebagai salah satu pengajarnya. Jadi tak heran lagi jika terkadang kita akan menjumpai Bule di Kampung Inggris.

Namun ada yang perlu di ingat yaitu, tidak semua Bule yang datang ke Kampung Inggris memiliki latar belakang atau pengalaman mengajar. Malahan Kebanyakan dari mereka merupakan Bule atau Turis yang sedang berlibur ke Indonesia atau beberapa yang lain sedang belajar di Indonesia sebagai peserta Student Exchange. Pada kesempatan ini banyak di manfaatkan oleh pengelola lembaga kursus sebagai daya tarik tersendiri untuk para pelajar. Tapi sayangnya, banyak Bule atau Turis yang di datangkan, merupakan Bule atau Turis yang memang bukan di bidangnya, sebagai contoh, terkadang sering sekali di jumpai Bule atau Turis yang berasal dari Jepang, Korea dan daerah sekitar ASIA lainnya. Padahal, kenyataannya adalah mereka juga sama-sama masih belajar Bahasa Inggris, berbeda halnya dengan Bule yang benar-benar berasal dari Eropa itu sendiri.

8. Kampung Inggris Adalah Nama 1 lembaga.

Hal ini merupakan Mitos Kampung Inggris Pare dan Pernyataan yang sering terjadi setibanya peserta di Kampung Inggris. Beberapa dari mereka mengira seperti itu, tapi kenyataannya, mereka akan kaget karna akan menemukan ratusan lembaga kursus sejauh mata memandang. jadi hal yang perlu di garis bawahi adalah, Kampung Inggris merupakan nama yang di berikan kepada satu desa atau Kampung yang mana di desa atau kampung tersebut banyak di jumpai kursusan Bahasa Inggris. Tetapi dibelakangan ini ada yang menamainya Kampung Bahasa dengan adanya dukungan dari kelompok atau komuniatas yang bernama FKB ( Forum Kampung Bahasa ) yang telah berdiri sejak 2011 silam.

Tujuan dari penamaan FKB tersebut, untuk menyatukan semua lembaga yang ada di Kampung Inggris itu sendiri, karna beriringnya waktu, tidak hanya lembaga Bahasa Inggris yang berkembang, ada banyak lembaga-lembaga bahasa yang lain seperti Bahasa Arab, Mandarin, Jepang dan lain sebagainya. Dan ada yang menyebut dengan Kampung Kreatif , hal ini di karenakan, adanya lembaga yang berdiri selain lembaga bahasa, semisal kursus mengemudi, kursus menjahit, kursus renang dan lain-lain. Namun sampai saat ini, masyarakat tetap lebih mengenalnya dengan sebutan Kampung Inggris.

9. Harga Makanan Sangat Murah

Makan adalah satu kebutuhan yang pasti bagi setiap orang. Dan juga para pelajar yang ada di Kampung Inggris yang datang dari berbagai kota di Indonesia. berbicara urusan makan, tentu pada umumnya kita memiliki kesukaan atau selera yang berbeda-beda, karna kita memiliki lidah sebagai pencipta rasa yang berbeda pula. Tetapi jangan khawatir, Kampung Inggris banyak yang menjumpai seperti warung-warung, cafe dengan iringan live musik, dan tidak lain pedagang kaki lima. Untuk berbicara harga tentu berbeda. pada umunya hal ini di bedakan karna dua faktor, yang pertama adalah tipe warung prasmanan atau yang kedua tipe warung biasa yang di sajikan oleh penjaganya. dan tentu untuk tipe warung prasmanan, berbicara masalah harga sangat berberda dengan harga makanan yang ada di warung pada umumnya, selain karna faktor kita bebas memilih jenis makanan yang kita sukai sesuai selera, di dukung pula faktor desain bangunan yang lebih mewah ketimbang warung biasa

10. Fasilitas Belajar Yang Modern Sesuai Dengan Lembaga Kursus di Perkotaan.

Untuk berbicara fasilitas, mungkin beberapa pelajar yang berasal dari perkotaan akan terkaget-kaget, melihat apa yang mereka jumpai di Kampung Inggris. sesuai namanya, semua lembaga kursus di sini terletak di sebuah kampung yang di sulap menjadi tempat belajar. Untuk fasilitas belajar yang mewah, jangan harap anda akan menemukannya di sini. Umumnya, proses belajar adalah dalam bentuk lesehan di dalam ruangan tanpa kursi, adapula di bawah gubuk atau pohon. intinya adalah, proses belajar di Kampung Inggris masih terbilang tradisional, tapi jangan salah, kesederhanaan seperti itu pulalah yang membuat banyak peserta merasa nyaman. dan tentu hal itu di karnakan kondisi sekitar masih terbilang alami, dengan di kelilingi pohon-pohon nan hijau serta hamparan sawah yang indah.

11. Kampung Inggris adalah Sebuah Kampung Yang Jauh Dari Keramaian.

Banyak orang yang beranggapan bahwa kampung inggris itu yang katanya jauh di pelosok dan sangat jauh dari keramaian, pusat perbelanjaan atau bahkan jaringan seluler tidak ada. Hal ini adalah hanyalah Mitos Kampung Inggris Pare, jangan salah faham, faktanya kawasan yang ada di Kampung Inggris itu sendiri saat ini sudah sangat-sangat berkembang, kita akan banyak menjumpai beraneka ragam gerai penjual makanan, toko-toko, dan tempat ATM, dan masih banyak lagi seperti layaknya kota. Dan didukung juga adanya taman yang di khususkan untuk publik yang mana banyak peserta yang belajar di kampung Inggris menghabiskan waktu sore mereka dengan nongkrong di sana atau bahkan tak sedikit yang belajar. Maka ingat, meskipun nama dari Kampung Inggris itu kampung, tetapi tidak kampungan.

Demikian ulasan tentang Mitos Kampung Inggris Pare yang perlu kamu ketahui, semoga bermanfaat dan bisa membantu untuk kamu yang ingin belajar di Kampung Inggris

How GOOD was this?

Click on a star to rate it!

Average: 5 / 5. Student votes: 3453

Be the first to vote!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Leave a Reply